Indonesia Blogger Community

Komunitas Blogger Indonesia

    Refleksi kpemimpinan Ahmadinejad menjelang pilres

sanur sukur

Posts : 2
26 May 2009 12:25
 
etika calon pemimpin bangsa ini sibuk jumpalitan dengan akrobat politik mereka masing masing, dan sirkus egalitarian ala capres cawapres ramai ramai dipentaskan kehadapan rakyat padahal pemilu presiden belum lagi dimulai, kita disuguhi tontonan amat menggelikan hingga tertawa terpingkal pingkal karenanya. Bagaimana tidak, ada cawapres yang mendadak sering kunjungan kepasar pasar, bersahabat dengan petani dan doyan nasi akik padahal sebelumnya tidak pernah menyantap makanan rakyat miskin itu. Ada capres yang dipuji koleganya sebagai negarawan walau sebenarnya ia sangat jauh dari standar seorang negarawan. Ada juga capres yang mengklaim keberhasilan pemerintahannya padahal busung lapar, pengangguran, serta penggusuran semakin meningkat. Sementara capres lain berkoar dipanggung orasi mengkritik pemerintan incumbent hingga membuat rakyat bertanya, ? apa kerja anda untuk kami ketika dulu berkuasa??. Dan semua itu tak lebih dari kepura puraaan akut para kandidat untuk meraih simpati rakyat dalam pemilihan. Pada saat bersamaan Kita juga tertawa karena tahu kalau dibelahan dunia lain terdapat seorang pemimpin luar biasa, yang bisa dijadikan bahan perbandingan menjelang PEMILU presiden bulan Juli nanti. Adalah Mahmoud Ahmadinejad presiden Republik Islam Iran, pada awalnya tidak dikenal siapapun kemudian menjadi ikon bagi negri negri tertindas untuk tetap mempertahankan harga diri dan kehormatan bangsanya. Ahmadinejad dikenal dunia bukan karena kepura puraanya tapi kerja nyatannya. Sebagai presiden, Ia dan keluarga tinggal disebuah apartemen sederhana dikawasan kelas menengah bawah di Nurmagi Tenggara Teheran. Apartemen yang sudah ia tempati sejak menjadi walikota Teheran itu memiliki beberapa kamar dan halaman parkir untuk dua mobil saja. Setelah membuat rakyat kagum karena menolak rumah dinas kepresidenan, jangan bayangkan kantor Ahmadinejad seperti istana merdeka di Jakarta. Ruang kerja anak pandai besi ini, hanya sebentuk bangunan kecil diwilayah padat penduduk di Teheran. Bangunan itu jauh lebih kecil dari kantor kantor pemerintah Indonesia bahkan balai kota DKI jakarta sekalipun. Slogan Ahmadinejad sebagai pemimpin amat sederhana, ?agar keuntungan minyak Iran dapat sampai kemeja makan rakyat?. Hal itu dibuktikan dengan menggelontorkan dana sebesar 12 triliun rial (sekitar 1,3 miliar dolar AS) untuk membantu anak anak muda mendapat pekerjaan, mendanai penyelenggaraan pernikahan sekaligus membelikan mereka rumah. Walau kerap tampil low profile dengan selalu mengenakan kemeja tanpa dasi, potongan jas sangat biasa, celana panjang lusuh plus sepatu butut, Ahmadinejad dikenal teguh mempertahankan harga diri dan kehormatan bangsanya. Misalnya berkaitan dengan krisis nuklir Iran, ia berkata, ?jika nuklir itu sebuah kejahatan, mengapa barat sepanjang tahun memperoduksinya ? namun jika nuklir itu sebuah kebaikan, mengapa pula kami dilarang untuk memilikinya ??. Dilain kesempatan, dalam mengomentari kebijakan luar negri AS ia berkata, ?tabiat barat dari dulu hingga sekarang ingin menguasai dunia dan menjadikan banyak negara sebagai jajahannya. Ini harus dilawan !?. Karena sikap progresif Ahmadinejad, membuat Iran dimasukan kedalam kelompok yang terkategori sebagai negara poros setan. Kelompok negara yang dianggap dapat menjadi ancaman bagi amerika dalam menghegemoni dunia. Namun dukungan pun tak kalah mengalir, rakyat dari negara negara Asia dan Amerika Latin ( kebanyakan negara ketiga) menyatakan kekaguman mereka pada sang presiden. Setelah menyimak kiprah capres cawapres menjelang PEMILU dan biografi singkat Ahmadinejad, kita sama sama tertawa pada mereka namun dengan makna berbeda. Tawa kita pada pasangan capres cawapres adalah tawa sinis karena jangan jangan untuk lima tahun kedepan rakyat hanya akan merasakan kesukaran hidup tak berkesudahan. Janji janji manis akan melambung seperti balon gas, terbang jauh kelangit dan kenyataanya rakyat tak bisa merasakan bukti dari janji janji itu. Kita tertawa sinis karena tahu betapa naif tabiat calon calon pemimpin kita. Tiap lima tahun siklusnya selalu sama, tebar pesona, pemilihan umum, setelah itu salah satu pasangan akan berkuasa dan bertindak seperti mandor, kerjanya memerintah dan mengatur saja, sementara rakyat yang telah dilambungkan angannya adalah kuli kuli terlupakan setelah pemilihan selesai. Baik capres cawapres yang sering kujunggan kepasar pasar, yang mendadak doyan nasi akik, yang sok jadi negarawan atau sok mengkritik, kelak akan tinggal dalam istana mewah dengan segala fasilitasnya. Dalam keadaan seperti itu, mereka tak pernah merasakan miskin dalam arti sebenarnya. Sementara tawa kita pada Ahmadinejad adalah tawa kekaguman, betapa kita merindukan sosok pemimpin seperti ini untuk memimpin Indonesia. Seseorang dengan jiwa besar yang menggengam jabatan kepresidenan ditangannya bukan dihatinya, sehingga kebijakan kebijakannya pun cenderung populis dan menguntungkan rakyat banyak. Walau pesimis, kita berharap capres cawapres terpilih dapat meneladani figur Mahmoud Ahmadinejad. Rakyat tidak butuh Presidan dan wakil presiden bertampang gagah, kaya raya atau sok egaliter. Rakyat hari ini merindukan pemimpin yang rela mengorbakan jiwa dan raga mereka untuk kesejahteraan nasional dan berdiri tegak dihadapan bangsa bangsa didunia sebagai pemimpin Indonesia yang bermartabat. www.sanursukur.blogspot.com


Go To Top